antara fasilitas dan korupsi

September 30, 2014

beberapa waktu yang lalu banyak pejabat tersandung masalah korupsi dengan adanya penangkapan terduga korupsi oleh KPK (komisi pemberantasan korupsi). Terjadi dibeberapa kementrian, kemenag dan esdm, ditambah dengan pejabat Riau.. Padahal masing-masing telah mendapatkan fasilitas negara dan dana operasional yang tidak sedikit. Artinya jika mau melakukan pekerjaan tidak perlu berfikir masalah dana.. Kerja tinggal kerja. Namun yang terjadi malah membingungkan yaitu mana fasilitas yang didapat untuk melaksanakan tugas dan mana untuk menanam keuntungan pribadi. Sebagai contoh kebingunan itu antara lain, seorang pimpinan memarah-marahi karyawan ketika melaksanakan bersih-bersih menggunakan bahan pembersih yang dibelinya.. Dengan alasan pembelian bahan pembersih tidak masuk anggaran.. Namun seorang pimpinan menggunakan fasilitas mobil, kendaraan, alat komunikasi dan teknologi, dan lain-lain baik untuk diri maupun anggota keluarganya, untuk dinas maupun non dinas tidak apa-apa, aman-aman saja and so happy.. Dengan alasan mumpung ada.. Walau tanpa standar operasional.. Itulah yang membingungkan mana fasilitas dan mana korupsi.. Mungkin ini bisa terjadi di lingkungan, instansi-2.. Semoga ini tidak terjadi di instansiku bekerja.. Amin

ubah dengan tangan daripada iba melihat kehancuran di depan mata

Agustus 27, 2014

Ketika aturan yang disepakati dilanggar.. Ketika sesumbar tak diikuti pelaksanaan.. Kehancuran tampak didepan mata.. Ibakah ketika melihat kehancuran itu dengan berkata “seandainya aku dulu…” ataukah dengan tangan melakukan sesuatu sehingga kehancuran itu benar-benar takkan hadir..

24 tahun merokok berhenti seketika

Agustus 12, 2014

Aku seorang guru.
Kurang lebih th 1990-an aku sudah bisa cari duit sendiri. Pihak keluarga membangun pandangan bahwa kalau orang sdh bisa cari duit sendiri artinya boleh punya rencana apapun termasuk kebebasan merokok. Tanpa banyak komunikasi dan penjelasan. Di samping itu aku memang ingin menunjukkan pendapatku spy dihargai keluarga, karena hidupku memang dalam suasana feodal, kurang menghargai pendapat yg muda, apalagi blm bisa mandiri. Hal ini yang memantapkan aku berani merokok.
Ada alasan yang lain untuk mengambil keputusan merokok. Antara lain aku merasa mudah bersosialisasi dengan semua masyarakat dan golongan. Dari masyarakat lapisan bawah, menengah hingga lapisan atas. Masyarakat baik-baik maupun yang suka mabok. Masyarakat yang multikultural. Masyarakat berbudaya pribumi maupun pendatang. Dengan mudahnya sosialisasi ini maka mudah pula menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam masyarakat, memberikan ide-ide membangun, memberikan perubahan, menyampaikan pentingnya pendidikan, menyampaikan pendidikan agama, dsb.
Namun dari banyak alasan tersebut aku pernah berjanji terhadap diriku sendiri bahwa langkah yang aku tempuh untuk merokok dapat aku hentikan sewaktu-waktu. Aku tidak mau dikendalikan oleh kecintaanku terhadap rokok.
memang aku pernah nyaman ketika aku mengerjakan sesuatu ditemani dengan merokok, apalagi ketika mengoperasikan komputer bahkan terasa ide-ide mudah dan cepat didapat. Ketika aku maintenance baik komputer maupun motor, mobil sempat terasa nyaman jika ditemani rokok.
Sekarang aku berhenti merokok seketika. Walau baru 16 hari. Hal ini menguji diriku sendiri atas kenyamanan merokok, kecintaanku pada rokok. Walaupun banyak yang hilang kebiasaan merokok.
Entah berhenti sampai kapan, yang penting memulai, bukan rencana lagi tapi bukti dilakukan. Sebenarnya masih banyak lagi yg ingin aku tulis..

Bagi yang masih Remidi Materi Bp. Sri Wahartojo K-13

Juni 28, 2014

Bagi yang masih Remidi Materi Bp. Sri Wahartojo K-13 silahkan kerjakan soal berikut…

Soal no 1

Soal no 1

Bagi yang masih remidi materi Bp Iwan Prihatin K-13

Juni 28, 2014

Kerjakan soal statistik berikut.. di kertas folio dan dikumpulkan di Meja Bp Sri Wahartojo / Yoyok..

soal remidi

soal remidi

Bagi yang masih perbaikan materi dari Bp. Ratno Sumantri K-13

Juni 28, 2014

Kerjakan Soal No.1 dan Soal No.3
atau Kerjakan Soal No.1 dan Soal No.2 (kumpulkan di Meja Kantor Bp. Sri Wahartojo / Yoyok)
berikut :

soal no 1

soal no 1

Soal no 2

Soal no 2

Soal no 3

Soal no 3

Soal dan Pembahasan Ulangan Kenaikan Kelas Kurikulum 13-2

Juni 10, 2014

Pembahasan Ulangan Kenaikan Kelas Kurikulum 13

pembahasan p1

pembahasan p1

pembahasan p2

pembahasan p2

pembahasan p3

pembahasan p3

pembahasan p4

pembahasan p4

pembahasan p5

pembahasan p5

pembahasan p6

pembahasan p6

pembahasan p7

pembahasan p7

pembahasan p8

pembahasan p8

pembahasan p9

pembahasan p9

Soal dan Pembahasan Ulangan Kenaikan Kelas Kurikulum 13

Juni 10, 2014

Sekedar sharing mengenai Soal dan Pembahasan Ulangan Kenaikan Kelas Kurikulum 13

soal ukk k13 p1

soal ukk k13 p1

soal ukk k13 p2

soal ukk k13 p2

soal ukk k13 p3

soal ukk k13 p3

soal ukk k13 p4

soal ukk k13 p4

soal ukk k13 p5

soal ukk k13 p5

soal ukk k13 p6

soal ukk k13 p6

soal ukk k13 p7

soal ukk k13 p7

soal ukk k13 p8

soal ukk k13 p8

Prestasi Kerja

April 28, 2014

Ada temen kerja yang bertanya, “Aku sudah melakukan rutin, bertahun-tahun namun kok nggak ada penghargaan dari sekolah ya..?”

“Nilai UN menurun terus kok yang disalahkan bawahan terus ya..?”

“Apa nggak ada koreksi dari pimpinan ?”

Aku nggak banyak komentar.. tapi berpikir terus menulis mengenai kerjaan..

Pada tulisan ini aku akan mengupas sedikit yang aku ketahui mengenai prestasi kerja dan indikator prestasi kerja:
Prestasi Kerja
Aku mengutip dari suatu blog (http://blogger-viens.blogspot.com/2013/01/prestasi-kerja.html) mengenai prestasi kerja menurut beberapa pakar berikut:
Menurut Hasibuan ( 2008 : 94 ) menyatakan bahwa:
“Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas–tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan , pengalaman, dan kesungguhan serta waktu”.
Mangkunegara (2002 : 33) menyatakan:
“Prestasi kerja dari kata job performance atau actual performance adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.
Maier dalam As’ad (2001 : 63) menjelaskan bahwa:
“Kriteria ukuran prestasi kerja adalah : kualitas, kuantitas, waktu yang dipakai, jabatan yang dipegang, absensi, dan keselamatan dalam menjalankan pekerjaan. Dimensi mana yang penting adalah berbeda antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lain”.
Menurut Heidjrahman dan Husnan (2002 : 188):
“Prestasi kerja dapat ditafsirkan sebagai arti pentingnya suatu pekerjaan, tingkat keterampilan yang diperlukan, kemajuan dan tingkat penyelesaian suatu pekerjaan. Prestasi kerja merupakan proses tingkat mengukur dan menilai tingkat keberhasilan seseorang dalam pencapaian tujuan”.
Selanjutnya Rivai (2004:309) mengatakan bahwa : “Prestasi Kerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan”.
Dari pengetian tersebut sudah semestinya bahwa prestasi kerja merupakan suatu hasil kerja yang diperoleh dalam melaksanakan pekerjaan secara kualitas dan kuantitas, waktu yang digunakan, absensi, keselamatan dalam menjalankan pekerjaan yang terukur untuk mencapai tujuan tertentu yang melibatkan motivasi dan kemampuan.

Indikator-indikator Prestasi Kerja Karyawan
Untuk mengetahui prestasi kerja karyawan diperlukan ukuran atau indikator-indikator yang jelas. Nasution (2000:99) menyatakan bahwa ukuran yang perlu diperhatikan dalam prestasi kerja antara lain :
1. Kualitas kerja.
Kriteria penilaiannya adalah ketepatan kerja, keterampilan kerja, ketelitian kerja, dan kerapihan kerja.
2. Kuantitas kerja.
Kriteria penilaiannya adalah kecepatan kerja.
3. Disiplin kerja.
Kriteria penilaiannya adalah mengikuti instruksi atasan, mematuhi peraturan perusahaan, dan ketaatan waktu kehadiran.
4. Inisiatif.
Kriteria penilaiannya adalah selalu aktif atau semangat menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu perintah atasan artinya tidak pasif atau bekerja atas dorongan dari atasan.
5. Kerjasama.
Kriteria penilaiannya adalah kemampuan bergaul dan menyesuaikan diri serta kemampuan untuk memberi bantuan kepada karyawan lain dalam batas kewenangannya.

Dengan melihat indikator-indikator di atas, suatu prestasi kerja mempunyai suatu ukuran-ukuran yang jelas tidak samar sehingga dalam mengambil suatu langkah bagi seorang karyawan, pimpinan maupun orang yang terlibat dapat dengan jelas pula.

Agar tahu prestasi kerja, ternyata harus ditunjukkan pula..
masalah penghargaan??? lain waktu aja..

DAFTAR PUSTAKA

As’ad, Mohamad. 2001. Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty.

Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.

Nasution, Mulia. 2000. Manajemen Personalia. Jakarta : Djambatan

Rivai, Veithzal. 2004. Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Sutrisno, Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Ketiga. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

sempat terhenti beberapa hari

Maret 24, 2014

Beberapa hari sempat terhenti..

pekerjaan terkadang membikin kepenatan hingga memuncak. Dari mulai mengajar rutin, membenahi jaringan internet hingga proses entri data. Rutinitas mengajar merupakan tantangan tersendiri dari pagi hingga siang hari yang tidak bisa ditawar-tawar lagi serta ditambah dengan administrasi mengajar termasuk memberi evaluasi hingga memberikan nilai, selalu memakan waktu yang banyak. Beberapa hari yang lalu siswa melakukan ujian setelah ujian diadakan proses penilaian, mulai koreksi hingga membikin laporan nilai yang diserahkan ke bagian kurikulum.. Sembari koreksi, melakukan Test koneksi jaringan sebab ada keluhan mengenai jaringan yang ngadat. Saat itu aku berada di aula, aku mencoba koneksi dengan wifi yang ada.. Ternyata memang benar bahwa koneksi tidak lancar dan penyebabnya signal wifisangat lemah.. Aku mengajukan perangkat akses point untuk aula ke bagian sarana dan prasarana.. Sebenarnya sudah lama rencana untuk memasang alat wifi tetapi belum terealisasi dan informasinya akan segera dibelikan..

kepenatan bertambah ketika harus entri data dapodikmen. Proses entri data dari pengumpulan data, memilah data, menyusun kembali agar dapat dientrikan serta melakukan sinkronisasi ke jakarta. Pengumpulan data dari masing-masing kelas membuat capek dan kewalahan yang sebenarnya aku pengin ketika masuk awal siswa baru sudah mulai prosesnya.. Namun terkesan itu hanya keinginanku.. (mungkin nggak ada duitnya kali.. Hax3) aku harus berpikir banyak bagaimana agar data dapat terkumpul.. Bekerjasama dengan kesiswaan kami berhasil membuat form data siswa dengan excel yang diserahkan ke masing-masing wali kelas.. Hal ini dilakukan karena wakasek kesiswaan juga mengalami kendala yang sama yaitu ketika diminta data per anak komplete oleh dinas secara mendadak.. Lumayan bisa terkumpul sebagian.. Trims kasih pak iwan atas kerjasamanya.. Selebihnya aku harus input satu-persatu data siswa.. Aku harus lembur sekitar dua hari untuk melengkapi data ini dengan dibantu siswa-siswaku yang hebat-hebat.. Arifin, gabriel, dll serta temen sejawatku pak elia.. Sedangkan data guru dan karyawan aku dibantu pak taryo dari tata usaha. Semoga bantuannya mendapat balas dari Allah SWT.. Selanjutnya proses pemilahan dan pemilihan data sesuai kebutuhan data yang dibutuhkan pada program dapodikmen PASSMK aku lakukan sendiri.. Lumayan memakan waktu pula ternyata masih banyak pula yang belum lengkap sehingga aku mengambil data seadanya.. Kemudian aku mulai menyusun data-data yang bisa digunakan dengan mengkonversi data2 tulisan menjadi deretan angka maupun sebaliknya.. Lalu mensinkronisasi dengan program pusat.. Gagal sinkron sudah makanan harian, termasukdata yang hilang dan harus menyusun ulang.. Baik data siswa, guru maupun karyawan harus disinkron ke pusat.. Untung di rumah ada internet jika tidak, aku bisa bermalaman terus di sekolahan.. Begitu penatnya hari-hariku sehingga muncul prasangka-2.. Semoga sistem yang ada bisa menjadi lebih baik lagi.. Dan aku kan perbaiki sehingga nggak ada lagi yang namanya lembur, kalo ada pun ya sesekali.. Kalo tiap hari lembur ini bukan lembur tapi nggak bisa kerja..

 

aku tulis ketika aku nunggu anakku periksa ke dokter dari jam 18.30


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.