smk warga ada dimanapun dan kapanpun ada

SMK Warga untuk Semua

Yayasan Pendidikan Warga mengadakan acara anniversary yang ke-105. Perayaan ulang tahun kali ini dipusatkan di SMK Warga Surakarta sekaligus peresmian gedung baru SMK Warga yang juga merupakan sekolah favorit di Surakarta. Acaranya istimewa karena dihadiri Walikota Joko Widodo.

Pelepasan 36 balon dilakukan juga sebagai simbol rentang waktu SMK Warga berkiprah di tengah masyarakat selama 36 tahun. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, sekolah ini terbuka untuk masyarakat luas tanpa memandang suku, agama, ras, latar belakang sosial ekonominya. (http://www.koranjitu.com/lifestyle/lensa%20jitu/lensa%20jitu/detail_berita.php?ID=958)

Walikota: Kerja Sama Antar-SMK Masih Kurang
Selasa, 01/12/2009 11:00 WIB – tam

SOLO (Joglosemar): Walikota Surakarta, Joko Widodo (Jokowi) menilai SMK di Kota Solo masih minim dalam menjalin kerja sama untuk mendukung keberadaan Solo Techno Park. Untuk itu, pihaknya meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Surakarta segera memprogramkan strategi penguatan jaringan.
Menurut Jokowi, arahan Solo Techno Park (STP) adalah sebagai teaching factory di mana nantinya menjadi tempat berkarya para siswa atau lulusan SMK. “Di Solo Techo Park nanti akan ada pula bussiness inkubator yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan para siswa SMK,” ujar Jokowi di sela-sela menghadiri peringatan Ulang Tahun ke-105 Yayasan Pendidikan Warga di SMK Warga Surakarta, Senin (30/11).
Katanya, ke depan dengan keberadaan Solo Techno Park para lulusan SMK di Solo tidak harus mesti masuk ke perusahaan tetapi mereka juga dapat berkarya membuat aneka produk atau assembling yang dirangkai sesuai dengan permintaan perusahaan pemesan. Oleh sebab itu setiap SMK diminta mampu secara bersama mewujudkannya.
“Setiap SMK di Solo seharusnya dapat menjalin kerja sama dalam membuat aneka assembling yang saling terkait untuk dapat dirangkai menjadi sebuah produk dan sejauh ini saya nilai usaha networking inilah yang masih minim,” tuturnya.
Kepala Bidang Pendidikan SMA Disdikpora Kota Surakarta, Radik Karyanto mengatakan Disdikpora akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan menyusun program penguatan nerworking antar-SMK. “Ya ini mengacu pada Solo Techno Park yang merupakan teaching factory bersama dari SMK-SMK di Kota Solo,” jelas Radik.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Warga, Antonius Iwan Wahyudi mengungkapkan dari kerja sama beberapa SMK di Kota Solo telah berhasil membuat mesin bubut. “Ke depan akan kami kembangkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan industri yang dapat kami serap,” terangnya. (http://harianjoglosemar.com/berita/walikota-kerja-sama-antar-smk-masih-kurang-3012.html)

OTOMOTIFNET.com: Portal Berita Otomotif Terlengkap31 Mar 2009 … Untuk wilayah Solo memang baru SMK Warga yang ketiban urusan begini. Alhasil bukti perakitan CNC

Sabtu, 23 Mei 2009 16:30

Kapanlagi.com – PT Shigata Tool Indonesia sejak tahun 2008 menjalin kerja sama dengan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghasilkan berbagai produk unggulan seperti mesin khusus industri atau Computer Numeric Control (CNC).

“Dari kerja sama yang dilakukan telah dihasilkan sedikitnya 20-30 unit mesin CNC dan 200 unit mesin las,” kata Direktur PT Shigata, Sulistyo Rabono kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.Kedua produk tersebut seluruhnya dirakit oleh para siswa kelas II SMKN 5 Surabaya, SMKN 4 Jakarta, SMKN 5 Jakarta, SMKN 7 Semarang, SMKN 2 Depok-Sleman, SMKN 5 Solo, SMKN 2 Solo dan SMK Warga Solo.”Dibanding dengan mesin sejenis buatan Jepang, harga produk buatan siswa SMK Indonesia jauh lebih murah sepertiganya dengan kualitas dan suku cadang yang sama,” kata Sulistyo.Ia mencontohkan, produk mesin CNC dengan merk Headman SMK yang berfungsi menghasilkan berbagai komponen suku cadang setiap unitnya dijual seharga Rp200 juta. Setiap unit mesin CNC dikerjakan dalam waktu dua bulan.Sementara harga jual mesin serupa buatan perusahaan Jepang sekitar Rp700-800 juta.Menurut Sulistyo, pangsa pasar berbagai produk mesin di Indonesia masih sangat tinggi karena industri barang modalnya nyaris tidak ada.”Menurut informasi yang kami terima dari Disperindag, kebutuhan mesin sebagai barang modal dalam negeri selama satu tahun mencapai sekitar Rp70 triliun. Kita berharap ke depan makin banyak industri riil yang tumbuh di Indonesia agar uang negara tidak lari ke luar negeri,” kata Sulistyo yang juga tamatan SMK itu.Sulistyo mengatakan, ke depan pihaknya terus menjalin kerja sama dengan semakin banyak lagi SMK bahkan di setiap provinsi dalam rangka menghasilkan berbagai produk unggulan seperti mesin CNC untuk pembuatan peralatan rumah tangga dengan sistem komputerisasi.Menurut Sulistyo, dari hasil kerja sama yang dilakukan selama ini ternyata para siswa SMK di Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan berbagai produk unggulan.”Anak-anak kita sebetulnya bisa, tapi mereka tidak didukung dengan teknologi modern karena sebagian besar peralatan yang dipakai sudah ketinggalan zaman,” kata Sulistyo sembari menambahkan tingkat kemampuan guru dalam mengajar juga menjadi faktor utama dalam menentukan tumbuhnya kreativitas peserta didik.Ia berharap pemerintah lebih serius dalam membangun lembaga pendidikan SMK di Indonesia karena terbukti industri kecil yang banyak tumbuh di China dan Amerika Serikat merupakan karya para lulusan SMK.”Mengapa China begitu hebat sekarang, itu karena industri riilnya banyak,” katanya.Dalam kerja sama dimaksud, perusahaan yang dipimpin Sulistyo juga mengirim sejumlah guru pembimbing untuk belajar teknologi manufaktur di negeri China.Melalui cara demikian, Sulistyo berharap terjadi transfer teknologi dari pengusaha China kepada guru-guru Indonesia dan selanjutnya dari guru kepada siswa-siswi SMK di berbagai daerah.”Tahun ini kami menargetkan 33 SMK di seluruh Indonesia memiliki kemampuan setara dalam penguasaan teknologi yang kami kembangkan. Dalam rangka itu, sembilan sekolah yang telah menjalin kerja sama selama ini harus menularkan ilmu mereka ke sekolah lain, jika tidak kerja sama akan kami hentikan,” ujarnya. (kpl/cax)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: