Internet dan maintenance perpust

Pagi hari masuk ruang guru terasa sepi dan nggak ada orang.. memang sepi sebab guru pada tugas pengawasan UAS.. untuk aku masuk base camp dulu karena nggak kejatah ngawas (guru mapel uji).. ada keluhan dari karyawan perpust bahwa internet trouble padahal mau pake input data buku.. aku cek dan nggak jadi masalah, cuman beberapa kali mengajukan keluhan termasuk komputer perpustakaan yang kurang lancar berinternet dan untuk mengerjakan tugas.

Sekalian ngecek jaringan satu-persatu komputer sekaligus cek aplikasi yang digunakan. Alhasil ada jaringan komputer yang kemungkinan terputus dikarenakan konektor RJ45 aus dan harus diganti.. langsung aja aku keluarkan alat dari kantong doraemonku “Penguji Sambungan Kabel” dengan penguji sambungan kabel ini aku dapat mengetahui kabel mana yang putus dan letaknya putusnya atau kabel konslet, tetapi khususnya untuk mengetahui putus di konektor atau pertengahan. Aku cek dan benar terdapatlah salah satu konektor RJ45 yang aus dan harus diganti.. sebelum diganti aku kencangkan terlebih dahulu untuk memastikan konektor baik, namun ternyata jelek dan tidak bisa konek. Aku harus mengganti konektor. Aku lepas konektor dari switch dan komputer, salah satu konektor yang aku curigai aus, kabelnya aku potong kurang lebih 5 cm. Terus aku kelupas kabelnya kurang lebih 4 cm, aku juga mengeluarkan tang crimping dari katong doraemonku untuk memasang konektor RJ45 dengan urutan warna kabel Orangeputih-Orange-Hijauputih-Biru-Biruputih-Hijau-Coklatputih-Coklat. “Taraa” setelah aku pasang langsung konek jaringannya.

Terus mbenahin software aplikasi-aplikasi, ngakalin sana-sini agar aplikasi dapat berjalan.. termasuk mendaftar perangkat di routerku agar dapat berjalan dan mudah melacak komputernya, aktif atau tidak khususnya tersambung di jaringan dan internet.

“Wedhus-wedhusnya butuh makan nih..”

Di tengah-tengah ada keluhan di karyawan perpustakaan terkait dengan maintenance perawatan tablet android yang pernah dibelikan sekolah.. Sebenarnya bukan masalah bisa dan tidak bisa.. hanya mengatur waktunya kapan untuk memperbaiki atau mengadakan pengecekan. waktu pengecekan kurang lebih 10 menit per tablet android, kalo dikalikan 16 biji yaaaa.. 160 menit = 2 jam 40 menit seminggu.. Kalo aku jelas terbebani karena jam kegiatan sangat banyak dan harus standby, baik di saat ngajar maupun tidak ngajar. Aku membantu mengajari cara merawat tablet androidnya ke karyawan perpustakaan. Dan aku berpersan bahwa “Bos telah beli wedhus 16 dan wedhus-wedhusnya butuh makan nih.. setiap minggu” walaupun bos nggak ngerti atau nggak mau ngerti.

Wedhus = tablet yang butuh perawatan serta waktu perhatian setiap minggunya

ternyata sudah siang juga yaa.. 13.05 aku cabut dulu, anakku besok mid dan butuh ditungguin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: