antara fasilitas dan korupsi

beberapa waktu yang lalu banyak pejabat tersandung masalah korupsi dengan adanya penangkapan terduga korupsi oleh KPK (komisi pemberantasan korupsi). Terjadi dibeberapa kementrian, kemenag dan esdm, ditambah dengan pejabat Riau.. Padahal masing-masing telah mendapatkan fasilitas negara dan dana operasional yang tidak sedikit. Artinya jika mau melakukan pekerjaan tidak perlu berfikir masalah dana.. Kerja tinggal kerja. Namun yang terjadi malah membingungkan yaitu mana fasilitas yang didapat untuk melaksanakan tugas dan mana untuk menanam keuntungan pribadi. Sebagai contoh kebingunan itu antara lain, seorang pimpinan memarah-marahi karyawan ketika melaksanakan bersih-bersih menggunakan bahan pembersih yang dibelinya.. Dengan alasan pembelian bahan pembersih tidak masuk anggaran.. Namun seorang pimpinan menggunakan fasilitas mobil, kendaraan, alat komunikasi dan teknologi, dan lain-lain baik untuk diri maupun anggota keluarganya, untuk dinas maupun non dinas tidak apa-apa, aman-aman saja and so happy.. Dengan alasan mumpung ada.. Walau tanpa standar operasional.. Itulah yang membingungkan mana fasilitas dan mana korupsi.. Mungkin ini bisa terjadi di lingkungan, instansi-2.. Semoga ini tidak terjadi di instansiku bekerja.. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: